Tertarik mengembangkan algoritma kubus pada salah satu tugas mata kuliah terdahulu saya mencoba menggunakan bentukan kubus untuk membuat sebuah sistem enkripsi searah atau hash. Enkripsi searah seperti ini telah cukup populer dimanfaatkan sebagai media penyimpanan password untuk mengakses suatu sistem. Pemanfaatan enkripsi searah memungkinkan sistem menyimpan data password terenkripsi tanpa mengetahui password aslinya sehingga pengguna tidak perlu khawatir menyimpan data password tersebut pada sistem. Telah banyak enkripsi searah ditemukan dan dipergunakan, namun tidak sedikit pula yang terpecahkan metode dekripsinya sehingga tidak lagi dipergunakan.
Berbekal konsep kubus, saya mencoba mengembangkan algoritma tiga dimensi sebagaimana sebelumnya saya manfaatkan untuk metode error correction, kali ini saya manfaatkan untuk enkripsi searah. Konsepnya sederhana, kita bayangkan kubus sebagai bangun ruang yang dibelah dari titik tengahnya baik membujur, tegak dan mendatar sehingga menjadi delapan bagian yang lebih kecil, empat di atas dan empat dibawah, atau dengan sudut pandang lain empat kanan empat kiri, dan bisa juga dipandang empat di depan dan empat di belakang. Setiap potongan ini nantinya yang disimpan sebagai kata kuncinya sehingga nantinya hash akan disimpan kedalam 8 karakter saja atau 16 nible, yang membutuhkan setengah dari MD5 yang sudah umum kita gunakan.





![Loenpia[dot]Net](http://i459.photobucket.com/albums/qq319/alcatrazia/loenpia-tag-1.gif)

