Skip to content

Wisnu IS Not Unix

Linux | Open Source | Ubuntu | Algorithm | Logic | Network | IT | Articles

Archive

Tag: opini

dia menghasut dan menghipnotis orang2 agar seolah-olah butuh bantuannya. alhasil orang2 itu urunan untuk biaya hidup dia.
ingat aku akan sebuah cerita.
dulu di suatu masa ada seorang pemalas, sebut saja si fulan. dia tidak pernah bekerja dan berupaya. dia biasa bangun siang dan tidur kapanpun dia mau, hingga suatu saat dia berpikir. bagaimana caranya agar bisa hidup enak tanpa bekerja. dia memutar-mutar otak yang agak dangkal karena memang jarang dipakai. continue reading…

  • Share/Bookmark

mungkin bener kata temenku… pemilu dari kata dasar pilu dengan awalan pe yang berarti menyebabkan pilu… partai golput yang sukses dengan sebagian besar suara menunjukkan kepercayaan rakyat yang sangat rendah pada pemerintah. sebenarnya ini sudah sangat terprediksi melihat sikap ketua KPU yang koar2 bahwa “semua baik-baik saja” sementara berbagai masalah mulai dari DPT hingga surat suara yang rakyat gak mungkin tutup mata akan kenyataan di lapangan…
partai pemerintah yang notabene melakukan pelanggaran kampanye terbanyak justru melejit dengan melambungkan nama presiden yang sedang berkuasa… dan ternyata, pelanggaran regulasi justru banyak dilakukan di pihak penyelenggara itu sendiri. banyaknya surat suara rusak dan salah kirim dipaksakan untuk dipakai. caleg2 kacangan dengan nomor urut pinggiran pun sangat dirugikan. mereka sebagai downline terbawah dalam MLM Politik ini yang harus menanggung biaya kampanye dari utang kanan kiri harus merelakan suara pendukung mereka diserahkan ke partai gara2 nama mereka nggak muncul di surat suara. nggak heran ratusan caleg stres karena kebodohan mereka sendiri yang terhasut upline2 gk bertanggung jawab di MLM Politik…
dan sekarang yang paling memalukan adalah, perhitungan suara dihentikan padahal belum tuntas semua. lalu gimana nasib desa-desa yang belum terhitung suaranya?? kampung-kampung yang belum ter-rekap datanya??
benar-benar pemilu terburuk sepanjang sejarah…

  • Share/Bookmark

yang jelas kepercayaan rakyat terhadap pemerintah benar2 rendah. dan tidak pula para oposisinya, rakyat yang semakin bosan akan berbagai bualan yang saling menjelekkan, saling menjatuhkan…
dan bila benar terjadi, suara golput melebihi 50% dari jumlah pemillih…
apa yang akan terjadi??
pemilu ulang?? buat apa, toh hasilnya akan sama aja…
sosialisasi ulang baru dilakukan pemilu ulang?? selain boros biaya, hal ini hanya akan menjadi angin segar bagi partai2 yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kampanye terselubung…
dibiarkan saja? dengan konsekuensi lembaga legislatif dihapuskan saja dari negri ini dan langsung pilpres… kalo bisa gini setuju aku… ^^
sudah capek sama orang2 yang pada tidur pas sidang, yang ngathong di sana-sini, yang pungli di sana-sini, yang buang2 duit rakyat dan masih aja terima suap…
bangsa ini kaya, tapi bukan untuk di hambur2kan kayak gini…

ingat, pilih yang bener, jangan golput!!!
jangan biarkan duit bangsa ini dimainkan pihak2 yang gk bertanggung jawab…

jangan pilih partai yang kemarin ngasi kamu duit buat milih mereka!!!
jangan pilih partai yang kemarin mbenerin jalan di depan rumahmu!!!
jangan pilih partai yang posternya ada di SEKOLAH, di RUMAH SAKIT, di MUSHOLLA, MESJID, dan di tempat2 lain yang TABU untuk kampanye!!!
jangan pilih partai yang demo turun kejalan sambil bawa bendera partai!!!
jangan pilih partai yang bagi2 beras tapi di bungkusnya ada logo partai!!!
jangan pilih partai yang nyewa PSK besar2an pas ngadain pertemuan DPP, DPC, atau DP2 yang lain!!!

kampanye aja gak bener, gimana nanti kalo udh menjabat, duduk leyeh2 di sofa pakai safari…

Blogged with the Flock Browser
  • Share/Bookmark

anda beli 10.000 per biji, dan dijual 15.000, ato biar cepet laku pasang aja harga 30.000 tapi beli satu gratis satu, itulah bisnis…
apapun barangnya, yang penting mendatangkan keuntungan. itulah pebisnis sejati. tak beda dengan suara. kita bisa beli suara rakyat dengan kaos, stiker, bahkan rokok… katakanlah tiap satu suara berharga 100.000, nggak usah muluk2 ngebet jadi anggota dewan, yang penting jual popularitas. kalo bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin, misal satu suara 10.000 ajak temen2, ajak sodara2, suruh nyoblos diri sendiri… bahkan keluarga dan temen2 anak istri dbawa semua. dengan iming-iming kalau terpilih nanti saya akan ini-itu, kalau jadi anggota dewan nanti saya akan ini-itu…
itu janjinya, kalo jadi, kalo kepilih, kalo suara yang didapat memenuhi kuota…
padahal, memang dari awal tidak ada niat duduk di kursi dewan melainkan hanya bisnis…
apakah dengan tidak memenuhi kuota lalu jadi pecundang??
apakah dengan tidak dapat kursi lalu kalah begitu saja??
tidak… dalam kampanye sama sekali tidak ada rugi…
suara yang terkumpul masih bisa dijual. ke siapa?? siapa lagi kalo bukan calon2 kaya yang juga gagal memenuhi kuota, tapi ngebet jadi dewan…
jadi jangan dipikir dengan mencentang wajah ibu2 yang peduli anak2nya, mencentang mahasiswa yang masih berjiwa idealis, mencentang pak guru, mencentang om, pakde, ato siapa aja yang orang baik2 dan anda pikir mereka bisa mengemban suara rakyat…
jangan dipikir dengan mencentang mereka lalu anda merasa aman dan sudah melakukan hal yang baik…
tapi coba DIPIKIR!!!
suara anda akan mereka “JUAL” kemana??
benar, calon2 tidak terkenal yang akan anda centang pada pemilu nanti itu tidak lain hanya mencadi pengecer suara yang akan “DIJUAL” ke petinggi2 di partai mereka, calon koruptor2 periode berikutnya…

coba direnungkan…

  • Share/Bookmark

Indonesia negara kaya, semua orang tahu klisse ini. tapi apa benar ini cuma klisse?? hehe, kalo yang udh tahu tahan ketawanya ya… Indonesia sebenernya kaya, sangat kaya sekali… bahkan banyak negara yang bergantung pada negri ini…
jangan remehkan bangsamu, jangan tertawakan negrimu hingga kamu tau faktanya…

kalo mau bukti, embargo aja ekspor impor dari dan ke Indonesia… dijamin, beberapa negara pasti gulung tikar…
dan rumor harta karun bung karno yang sempat merebak, itu sebenarnya nyata…
bukan mistis atau gaib, melainkan benar2 ada pos dana abadi yang selalu berputar di tangan-tangan rakyat Indonesia… bahkan kalau mau, gk perlu tunggu lama kita bisa melunasi semua hutang2 masa orde baru dalam waktu yang singkat dengan otoritas presiden tentunya… hanya saja tak banyak yang tahu, dan tak banyak yang berani bicara di masyarakat umum…

kenapa kita tidak tahu?? kenapa kita tidak menggunakan dana itu untuk segera memulihkan bangsa??

pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak bodoh, mereka tahu pasti kualitas rakyat Indonesia…
kalau dana itu segera digerakkan dan memperkaya seluruh lapisan rakyat Indonesia, bisa bubar negara ini…
masyarakat perlu dididik untuk bekerja keras, kita perlu melompat untuk mengejar ketertinggalan SDM dari negara2 maju… agar pengeluaran dana itu tidak sia2…

kalo kondisi rakyat masih seperti sekarang, y bayangin aja kere nemu emas sebongkok…
paling2 abis di hape, rumah, dan mobil… gk akan bertahan lama harta itu langsung abis…
tapi kalau anak2 Indonesia saat ini yang terlahir di tengah keterbatasan, penuh semangat juang dan prestasi…
bukan gk mungkin 10.000 jadi sejuta dalam sehari…
inilah yang ditunggu para pemimpin bangsa ini untuk menunjukkan pada dunia siapa bangsa ini sebenarnya…

  • Share/Bookmark