Himpunan adalah sekumpulan objek matematis yang diberlakukan sebagaimana satu objek matematis

Sebagai gambaran antara lain :
Himpunan bilangan bulat B dapat dinotasikan sebagai B={0,1,2,…}
Himpunan bilangan asli A dapat dinotasikan sebagai A={1,2,3,…}
Himpunan sembarang X dinotasikan sebagai X={ 14,13,-7,”nilai”}
Elemen merupakan satu objek yang merupakan anggota dari suatu himpunan. Pada contoh terakhir himpunan X memiliki elemen diantaranya 14, 13, -7 dan “nilai”. Elemen suatu himpunan dapat dinotasikan dengan ‘∈’ misal :
14 ∈ X dan 0 ∈ B Pada himpunan dikenal pula himpunan bagian atau komponen yang dinotasikan dengan ‘⊆’. Suatu himpunan dinyatakan sebagai himpunan bagian atau komponen dari himpunan lain hanya jika setiap elemen himpunan bagian merupakan elemen dari himpunan asal atau induk misal :
jika Y={14,13} maka Y⊆X
pada contoh lain A ⊆ B karena setiap bilangan asli merupakan bilangan bulat.

Pada teori himpunan dikenal adanya himpunan gabungan ‘∪’ yang didefinisikan sebagai himpunan berelemenkan setiap elemen dari kedua himpunan yang digabungkan. Dapat juga dinotasikan sebagai :
A ∪ B = {x | ( x ∈ A) ∨ ( x ∈ B)}, dari notasi ini nampak bahwa setiap elemen A maupun B merupakan elemen dari A ∪ B.
Pada teori himpunan dikenal pula adanya himpunan irisan ‘∩’ yang didefinisikan sebagai himpunan yang berelemenkan anggota-anggota yang merupakan elemen dari kedua himpunan yang dioperasikan. Dapat juga dinotasikan sebagai :
A ∩ B = {x | x ∈ A ∧ x ∈ B}, dari notasi tampak bahwa hanya elemen yang merupakan elemen A dan B yang merupakan elemen dari A ∩ B.
Suatu himpunan yang merupakan komponen dari suatu himpunan induk memiliki nilai komplemen terhadap himpunan induk tersebut. Komplemen merupakan setiap elemen dari himpunan induk yang bukan merupakan elemen dari himpunan bagian yang dimaksud. Komplemen dinotasikan sebagai berikut :
D-A = {x ∈ D | x ∉ A}, dimana pada kasus ini A merupakan himpunan bagian dari D dan komplemen A merupakan D-A.

  • Share/Bookmark